Meival Reza Blog

Flash Player

Kamis, 30 September 2010

Ditemukan Planet Mirip Bumi?

VIVAnews - Para astronom di Amerika Serikat (AS) mengaku telah menemukan suatu planet di luar tata surya yang dihuni Bumi, namun bisa jadi cocok untuk dihuni makhluk hidup. Posisi strategis planet itu mirip dengan Bumi.
Posisi planet itu berjarak 120 triliun mil atau sekitar 193,1 triliun kilometer dari Bumi. Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa mengetahui planet itu?
Peneliti dari Universitas California di Santa Cruz, Steven Vogt, dan R Paul Butler, astronom dari Carnegie Institution di Washington mengungkapkan bahwa mereka sama-sama menggunakan teleskop canggih di darat. Namun, mereka tidak langsung menemukan planet harapan itu.
Para ilmuwan rupanya mengamati pergerakan suatu bintang -yang mereka sebut Gliese 581- selama lebih dari sebelas tahun. Bintang itulah yang menjadi orbit dari suatu planet mirip Bumi, yang belakangan mereka temukan.  
Planet itu merupakan yang keenam yang ditemukan tim ilmuwan yang mengitari Gliese 581. Menurut Vogt, dua planet lain tampak menjanjikan untuk dihuni. Sedangkan yang lainnya terlalu panas.
Sebaliknya, planet kelima yang mereka temukan malah terlalu dingin. Justru planet keenam yang mereka anggap cocok, sehingga disebut goldilocks. Artinya kondisi planet itu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas karena posisinya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari bintang.
Tadinya, planet itu akan dinamai Gliese 581g, mengingat bintang yang menjadi pusat rotasi disebut Gliese 581a. Namun, Vogt tidak setuju dengan penamaan itu. "Itu bukan nama yang sangat menarik, apalagi ini menyangkut planet yang indah," kata Vogt.
Dia lebih suka planet itu sesuai dengan nama istrinya. "Saya menyebut planet itu Dunia Zarmina," kata Vogt.
Gliese 581 dianggap sebagai "bintang cebol," hanya sepertiga dari matahari. Oleh karena itu, menurut Butler, Gliese 581 tidak akan bisa langsung terlihat dari teleskop biasa dari Bumi meski berada di konstelasi Libra.
Penemuan para astronom itu dipublikasikan di media Astrophysical Journal dan juga diumumkan oleh National Science Foundation, Rabu 29 September 2010.(Associated Press)(ywn)
 
viva news

Sabtu, 31 Juli 2010

Hati-Hati Penggunaan Alat Medis bagi Anak

 
 
ALAT-ALAT kesehatan yang digunakan sebagai penyembuh berbagai penyakit ternyata juga mengancam kesehatan, terutama anak-anak.

Kebanyakan alat tersebut menyebabkan cedera dan komplikasi yang cukup parah. Peralatan medis sejatinya membantu seseorang untuk menyembuhkan ataupun meringankan gejala penyakit yang dideritanya. Apalagi di tengah perkembangan dunia kedokteran yang makin modern dewasa ini, alat-alat yang diciptakan pun bertambah canggih.

Namun, perangkat kesehatan juga menyimpan bahaya, terutama bagi anak-anak. Sebuah penelitian terbaru mencatat, lebih dari 70.000 anak-anak dan remaja di Amerika Serikat dilarikan ke ruang gawat darurat rumah sakit setiap tahun akibat cedera dan komplikasi akibat peralatan medis.

”Cedera akibat perangkat medis biasanya hanya terjadi pada sejumlah kategori alat,” kata pemimpin studi Dr Cunlin Wang, seorang ahli epidemiologi di Bagian Pengawasan dan Biometrik pada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/FDA).

”Sekitar 70 persen di antaranya berasal dari alat yang berhubungan dengan mata, peralatan di rumah sakit umum, dan perangkat terkait masalah kandungan dan kebidanan,” tambahnya seperti dikutip laman healthday.com. Laporan ini diterbitkan dalam edisi Agustus jurnal Pediatrics.

Alat kedokteran mata di antaranya lensa kontak, kacamata, dan perangkat perlindungan mata lainnya. Peralatan di rumah sakit umum meliputi pompa infus, kateter, dan bahkan tempat tidur rumah sakit. Sementara itu, peralatan yang berhubungan dengan kandungan dan kebidanan, termasuk alat kontrasepsi dan cedera dari benda-benda saat merangsang alat kelamin.

Wang mencatat tingginya angka infeksi atau masalah akibat penggunaan peralatan medis pada anak-anak, karena sebagian peralatan itu dirancang bagi orang dewasa, tetapi kerap diterapkan juga pada anak-anak. Para peneliti mendapatkan data tersebut berdasarkan informasi dari database nasional yang fokus terhadap jumlah anak-anak yang dirawat di bagian gawat darurat rumah sakit, untuk cedera yang berhubungan dengan perangkat medis sejak awal 2004–akhir 2005.

Laporan tim peneliti selama periode dua tahun tersebut menyebutkan ada 144.799 kunjungan anak cedera akibat alat medis secara nasional, yang meliputi 13 spesialisasi perangkat medis. Mayoritas kecelakaan mereka berasal dari penggunaan lensa kontak (23 persen), terutama terjadinya infeksi dan abrasi mata pada para pengguna. Masalah ini kadang bisa dicegah dan terjadinya sering kali akibat pemakaian yang terlalu lama tanpa dilakukan perawatan pada lensa kontak.

Masalah utama lainnya yaitu dengan jarum suntik (8 persen). Cederanya meliputi luka akibat jarum hipodermis yang patah di dalam kulit saat dokter atau perawat menyuntikkan obat, atau karena pemakaian obat terlarang.

Masalah paling serius lainnya adalah pemakaian peralatan medis yang ditanam dalam tubuh, seperti alat untuk mengeluarkan cairan dari otak pada anak-anak penderita hidrocefalus, kateter di dada bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi di rumah, dan pompa insulin bagi pasien diabetes. Infeksi dan overdosis merupakan masalah yang terkait dengan berbagai peralatan medis ini. Hanya 6 persen pasien secara keseluruhan yang harus dirawat di rumah sakit.

Jenis keluhan yang paling umum diderita misalnya mulai luka-luka, memar, lecet, masuknya benda asing ke tubuh, tusukan, hingga infeksi. Kejadian cedera sering kali menimpa bola mata, daerah kemaluan, jari, wajah, dan telinga. Secara keseluruhan, para peneliti merumuskan, lensa kontak menjadi alat yang paling banyak menyebabkan masalah pada anak-anak.

Sementara di antara remaja, kejadian celaka umumnya berasal dari shunts (alat medis yang ditanamkan di badan untuk membiarkan cairan mengalir dalam tubuh), tabung intravena dan tabung jenis lainnya yang dimasukkan di perut. Biasanya pada masa anak-anak, kecelakaan alat medis bisa jadi membuat dia stres dan kepercayaan diri menurun. Namun, mereka bisa bangkit kembali setelah usia 10 tahun.

Peneliti juga menyimpulkan, untuk anak usia 10 tahun atau di bawahnya, anak laki-laki lebih mungkin terluka dibandingkan anak perempuan. Sedangkan pada remaja usia 16–21 tahun, kemungkinan cedera lebih besar terjadi pada anak perempuan.
Para ahli dari FDA itu bekerja untuk menentukan bagaimana dan mengapa cedera itu terjadi, selain juga mengamati prevalensi pada orang dewasa. Hasil penelitian ini kemungkinan akan ditindaklanjuti FDA dengan mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan bahaya dari pemakaian peralatan medis.

”Kajian ini merupakan analisis penting untuk memperkirakan berapa jumlah pasien cedera akibat perangkat kesehatan pada populasi anak,” kata Wang, seraya menyebutkan sebelum studi ini belum ada yang melansir data tersebut. Dia menganjurkan para tenaga medis agar memusatkan perhatian terhadap keamanan alat-alat kedokteran yang berpotensi menimbulkan cedera, sebagai upaya mengurangi dampak negatif pada anak-anak. ”Perlunya upaya pencegahan yang lebih intensif untuk mengurangi lebih banyak korban dan bahayanya efek samping yang ditimbulkan perangkat medis,” saran Wang.

Dr Steven Krug dari Chicago’s Children’s Memorial Hospital, Amerika Serikat menambahkan, studi ini juga menyoroti masalah yang kerap terjadi dari pemakaian peralatan medis pada anak-anak yang dilakukan di rumah. Perawatan yang dilakukan di rumah merupakan tantangan bagi banyak keluarga; karena sebagai orang awam, pasti mereka belum terlalu terampil dalam menggunakan berbagai peralatan canggih, meski sebelumnya sudah dilakukan pelatihan.
 
(okezone.com)

Anak Tak Suka Buah, Sayur, & Susu? Ini Solusinya!



APA yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia dibutuhkan? Sebagian besar Anda mungkin menjawab terus mencoba memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu efektif.

Belum lama, Dietary Guidelines Advisory Committee-sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan pemerintah pada konsumsi ideal rakyat Amerika—mengidentifikasi bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dalam susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.

Berikut solusi untuk membantu si kecil yang pemilih makanan (picky eaters) untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan, seperti dikutip Eating Well.

Tidak suka buah

Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.

Kebanyakan anak-anak merasa tertarik untuk menyedot minuman dengan sedotan. Smoothie dari toko sering dimuat dengan banyak tambahan gula, sehingga untuk menu yang lebih sehat, buatlah sendiri di rumah.

Anak tidak suka makan brokoli (dan sayuran lainnya)

Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu “menjinakkan” rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit kalsium.

Kuncinya adalah dengan menambahkan keju hanya cukup untuk membuat rasa sayuran enak, tidak menghilangkan kalori dan lemak sayuran.

Anak tidak suka minum susu

Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang telah disediakan oleh susu.

Dengan atau tanpa rasa, susu memberikan kalsium (1 cangkir menyediakan sepertiga dari kebutuhan sehari-hari), vitamin D, riboflavin, niasin, fosfor, dan protein. Cokelat susu memang mengandung gula tambahan, tapi tampaknya minuman susu dengan rasa tidak berarti Anda tidak bisa menambahkan gula diet untuk anak-anak. Sebab menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association, anak yang minum susu dengan rasa memiliki asupan kalsium yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak minum susu tanpa rasa, tapi keseluruhan asupan gula tambahan mereka adalah sama.
(ftr)
( okezone.com)

Senin, 05 Juli 2010

5 Alasan Anak-anak berbohong

 

Anak-anak tidak berbohong dengan kebohongan orang dewasa. Apa alasan anak berbohong, inilah alasannya:


1. Takut disalahkanAnak-anak bisa berbohong karena ia memiliki pengalaman buruk menghadapi kesalahan. Jika anak pernah terpojok dan merasa "dihukum" sebagai bersalah, anak akan memilih opsi untuk berbohong untuk menghindari hukuman, tanggung jawab, atau takut disalahkan.


2. Tampak Lebih PowerfullAlasan lain ketika anak itu berbohong, ia ingin terlihat lebih baik daripada nyata dan ini terjadi pada anak-anak yang sering dibandingkan dengan anak lain.
Merasa kurang percaya diri untuk membuat anak bereaksi terhadap dicitrakan dirinya lebih daripada sekarang. Terutama ketika dia berada dalam lingkungan sebaya (kelompok sosial) yang hebat.
3. Merasa Tidak Memiliki PilihanDalam perawatan anak kelompok kontrol terlalu kuat atau otoriter orang tua, anak-anak selalu berpikir kesalahan adalah sesuatu yang dimaafkan. Ketika membuat kesalahan, anak itu selalu dibayangi kekhawatiran risiko lanjut kesalahan.
4. Jangan Ingin KesalBila orangtua selalu menanamkan harapan yang tinggi, anak bisa berbohong ketika bereaksi terhadap masalah hanya karena orangtuanya tidak ingin kecewa.
5. Yg tak dihargaiPrinsip orang tua yang hanya peduli pada hasil dan tidak mempertimbangkan proses untuk membuat anak itu berbohong ketika dia merasa dia tidak mendapatkan pahala cukup.

Minggu, 13 Juni 2010

Tips Hemat Baterai



Bagi yang memiliki kebiasaan berjam-jam dengan ponsel, tentu yang menjadi musuh utama tak lain adalah habis baterai alias ngedrop.

Kalau sudah ngedrop, apa boleh buat. Pastinya, mesti menunggu berjam-jam lagi untuk mengisi ulang. Relakan kenikmatan dan kenyamanan Anda terpotong untuk beberapa jam. Terlebih lagi jika  daya baterai habis di saat penting atau di dalam perjalanan, kesal hati dibuatnya. 

Dan tahukah Anda, ternyata seringkali baterai habis bukan lantaran kerap dipake menelepon. Melainkan, ada beberapa fitur dan layanan di ponsel yang turut serta memakan daya baterai ponsel Anda.

Nah¸untuk menghindari ihwal membosankan sepert itu, berikut ini ada sejumlah cara untuk menhindari dan mengurangi penggunaaan baterai di ponsel Anda. Berikut uraiannya:

Redupkan lampu layar
Ada baiknya redupkan lampu layar ponsel jika berada dalam ruangan yang gelap ataupun redup. Cara ini akan cukup membantu mengurangi penggunaan daya baterai yang diserap oleh lampu tersebut. Lagipula, keberadaan lampu layar di ruangan minim cahaya tidak terlalu krusial. Pasalnya, lampu utama dalam ponsel cukup mampu mensupport cahaya yang dibutuhkan ponsel.
 
Kurangi volumeLagi tanggung mendengarkan musik dari radio, mp3 ataupun video, supaya tak boros baterai pelankan volumenya. Tentunya, baterai akan lebih hemat lagi jika multimedia tadi dimatikan.
 
Cek Email Manual Di kebanyakan ponsel pintar user dimanjakan dengan layanan push email. Tapi tahukah Anda, jika layanan tersebut ternyata menyedot energi. Nah, pilih mana ponsel pintar Anda jadi ‘mayat’ lantaran habis baterai, atau ponsel Anda tetap prima, meskipun Anda harus cek email secara manual.  
 
Ups, jangan lupa matikan jaringan nirkabel
Cek ponsel Anda, apakah jaringan nirkabel aktif atau tidak. Jika memang aktif, segera matikan. Seringkali kita lupa menon-aktifkan Bluetooth ataupun Wi-Fi. Pengkatifan jaringan nirkabel akan menyedot energi baterai.
 
Cek BateraiBagi para pengguna ponsel pintar, cara ini bisa dilakukan dengan memasang aplikasi indikator energi baterai. Terdapat beberapa aplikasi yang menginformasikan kondisi daya baterai ponsel Anda.

Misalnya saja, pengguna iPhone bisa memakai aplikasi Battery Go and myBatteryLife. Kedua aplikasi ini menginformasikan berapa energi baterai yang tersisa dan memprediksikan berapa menitkah ponsel Anda mampu disedot untuk telephon, memutar musik, videoa atapun online.
Pun demikian dengan penggemar BlackBerry. Aplikasi NB BattStat bisa dipasang agar bisa membantu Anda mengetahui berapa lama baterai mampu bertahan dan sejauh mana temperatur panasnya. Semoga bermanfaat./N2  

(sumber:tabloidpusla.co.id)

Pisang Atasi Kecanduan Rokok



Pisang Atasi Kecanduan Rokok
Buah berkulit kuning ini selain enak dikonsumsi ternyata memiliki manfaat segudang. Dari kesehatan hingga kecantikan, akan diperoleh bagi yang rajin mengonsumsi pisang.
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Rasanya yang manis membuat banyak yang senang mengonsumsi buah ini, bahkan monyet pun penggemar buah ini.
Beragam jenis pisang yang ada di pasaran, ada pisang ambon, raja, kepok, pisang susu, dll-nya. Buah berwarna kuning ini termasuk multimanfaat. Dari buah, daun, kulit, dan batangnya pun dapat digunakan. Misalnya, batang pisang dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dsb. Sedangkan batang pisangyang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau di mana rumput tidak/kurang tersedia.Kulit pisang pun dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Sedangkan daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisionalIndonesia.
Tahukah Anda kalau pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Menurut para ahli gizi, pisang mengandung banyak gizi, antar lain kalsium, lemak, kalium mineral, vitamin, karbohidrat, protein. Dari kandungan inilah maka pisang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.
Jika ditilik dari segi kesehatan, pisang dapat mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang cukup banyak, kandungan asam triptopthan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasu depresi dan stres, Sedangkan kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood.
Atasi kecandungan nikotin
Untuk ANda yang sering menguap, padahal tidak mengantung berarti oksigen di dalam otak agak terganggu. Untuk mengatasinya sebaiknya Anda sering mengonsumsi pisang. Karena pisang mengandung banyak kalium, maka dapat mengembalikan kadar kalium dalam tubuh dan melancarkan pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, pisang juga sangat baik bagi ibuyang mengandung. Kandungan asam folat di dalamnya mudah diserap oleh janin, juga baik bagi perkembangan sistem saraf janin. Selain itu, pisang juga dapat dijadikan sumber kekuatan tenaga karena mengandung gulayang dapat diubah sumber tenaga dan dapat menghilangkan rasa lelah.
Dari segi kecantikan pisang biasa digunakan sebagai masker wajah, mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan. Hal yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat banyak, pisang mampu membantu perokok mengatasi kecandungan nikotin. Karena kandungan B6 dan B12 di dalamnya membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin.
Dalam “Medicinal Uses of Bananas” menyebutkan pisang dapat menyembuhkan anemia, menurunkan tekanan darah, menambah tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu sistem saraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.
Yang matang lebih baik
Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A44RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.
Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri atas mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.
Untuk mendapatkan manfaatnya kita tak boleh asa mengonsumsinya, pilihlah pisang yang sudang matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, pisang matang lebih mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah. Terbuktikan manfaatnya. Jadi jangan ragu menyantap buah pisang ya.
Berbagai manfaat pisang
1. Sebagai sumber tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.
2. Untuk ibu hamil
Pisang juga disarankan para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.
3. Penderita Anemia
Dua pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.
4. Penyakit usus dan perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalamm segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan kholik untuk menetralkan keasaman lambung.
5. Baik bagi penderita lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.
6. Manfaat bagi luka bakar
Daun pisang digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.
7. Manfaat bagi diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yang belum matang yang dikukus dan dicampur kelapa parut muda, merupakan makanan tambahan bagi orang yang menderita penyakit gula.
8. Kencatikan wajah
Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari.
9. Mengatur bobot badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelassusu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.
Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, dan menaikkan berat badan.
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

sejarah piala dunia




Piala Dunia Sepak Bola atau nama resmi: Piala Dunia FIFA ,pertama dicetuskan pertama kali pada tanggal 26 mei 1928 di Amsterdam, dalam kongres FIFA tersebut diputuskan bahwa turnamen yang dapat diikuti oleh semua anggota FIFA harus dilangsungkan. Setahun kemudian di Barcelona, diputuskan bahwa Uruguay, juara olimpiade dan dalam era keemasannya, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang pertama sekaligus untuk memperingati 100 kemerdekaan mereka setahun sebelumnya.Sebenarnya Piala Dunia bukan merupakan turnamen sepak bola internasional yang pertama, karena sejak tahun 1908, sepak bola sudah menjadi bagian dari Olympiade. Hanya saja, Olympiade ini hanya boleh diikuti oleh pemain amatir ,
Dan Piala Dunia yang pertama diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13 – 30 Juli 1930. Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah karena prestasinya menjadi juara Olympiade tahun 1924 dan 1928. Piala Dunia pertama ini hanya diikuti oleh 13 negara, 4 negara dari benua Eropa dan 9 negara dari benua Amerika. Minimnya peserta dari negara Eropa disebabkab oleh perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai benua Amerika.
Pada Piala Dunia perdana ini tuan rumah Uruguay keluar sebagai juara, setelah mengalahkan kesebelasan Argentina dengan skor 4-2 di babak final. Dan ini menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang berhak atas trofi Piala Dunia. yaitu TROFI JULES RIMET CUP
Selama Perang Dunia II kejuaraan ini terhenti selama selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di Brasil. Piala Jules Rimet pernah dicuri sewaktu dipamerkan di Stampex Exhibition di Westminster Central Hall, London saat menjelangnya Piala Dunia 1966 di Inggris, namun ia ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles.
Pada 1970 di Meksiko, FIFA telah memutuskan Brasil menyimpan Piala Jules Rimet karena menjadi negara pertama yang juara sebanyak 3 kali, 1958, 1962 dan 1970.
Badan induk FIFA kemudiannya membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat, 36 cm tinggi dan mempunyai berat 4.97 kg dan dirancang oleh perupa terkenal Italia, Silvio Gazzaniaga dan digunakan sehingga sekarang. FIFA menetapkan hanya pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja yang boleh menyentuh piala tersebut. Replika piala yang dilapis emas akan diberikan untuk dsimpan oleh pemenang.
Promosi Piala Dunia 2006
Argentina, Jerman (kedua kali tersebut sebagai Jerman Barat), dan Brasil telah masing-masing memenangkan piala yang kedua itu dua kali. Meskipun begitu, piala yang saat ini masih belum akan “dipensiunkan” hingga plak namanya telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada tahun 2038.
Brasil dengan jelas adalah tim yang paling sukses dalam Piala Dunia secara keseluruhan setelah lima kali menjadi juara dan dua kali berada di posisi kedua sementara Italia berada di bawahnya dengan empat kali juara dan dua kali di peringkat kedua. Jerman, yang tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi juara kedua, adalah tim yang tersukses ketiga.Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali menjadi Juara Dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama, pada awal-awal tahun kejuaraan.
Powered By Blogger