Meival Reza Blog

Flash Player

Minggu, 14 November 2010

Percantik Rumah dengan Aksesori

 
 
 
MENYULAP interior ruang menjadi lebih menarik dan elegan kian menyempurnakan kesan indah desain interior rumah Anda. Lantas apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesan tersebut, jawabannya aksesori.

Aksesori tidak sekadar sebagai pelengkap interior saja, tapi dengan komposisi aksesori yang proporsional dan harmonis dalam pemilihan warna, bentuk, dan ukuran, elemen ini mampu menciptakan interior yang berbeda.

Arsitek Nunung Adywijaya mengungkapkan, sebenarnya aksesori hanyalah pelengkap dalam penataan interior ruang, tapi kelengkapannya akan lebih terasa bila aksesori dapat mencerminkan konsep yang diinginkan. Untuk itu, lanjut dia, perhatikan konsep awal yang ingin dibangun. Ambil contoh, pemilik rumah mengusung konsep etnik. Maka aksesori yang dipilih, sebaiknya yang memiliki karakter serupa. Misalnya, pernakpernik tradisional atau kerajinan-kerajinan yang berkaitan dengan suatu daerah, seperti batik atau patung-patung Jawa.

Selain itu, perhatikan juga saat akan meletakkannya. Jangan sampai karena terlihat bagus dilihat lantas kita mengaplikasikannya di banyak tempat sehingga merusak estetika ruang. Sebaiknya, ucap Nunung, susun aksesori sesuai dengan proporsi yang benar. Dalam arti ukurannya diperhatikan. Misalnya, bila ukuran aksesori kecil, letakkan dan susun beberapa aksesori tersebut dengan rapi.

“Kalau bisa jangan hanya mendominasi, tapi beri satu titik atau spot untuk aksesori menjadi pusat perhatian,” tambahnya. Bila ingin menggunakan media, maka sebaiknya pilih media yang mampu mendukung kehadiran aksesori guna mempermudah orang melihat. Seperti ambalan atau meja konsul. Perlakuan berbeda, ketika aksesori berukuran besar sebaiknya letakkan hanya satu atau dua buah.

Berkaitan dengan letak, perhatikan juga tingkat kenyamanannya. Jangan sampai aksesori sudah cantik, tapi tidak didukung dengan kenyamanan Anda saat menikmatinya. Untuk itu, pengasuh website adiwijaya-architect ini menyarankan, sebelum kita membeli dan mengaplikasikannya di dalam rumah, buatlah skema atau bayangan terlebih dahulu.

“Misal, bagaimana jika aksesori ini diletakkan di area ini, menarik atau tidak, nyaman atau tidak, perhatikan juga spot lain. Dari situ Anda bisa menentukan apakah kita nyaman atau tidak saat akan menikmati aksesori tersebut,” kata dia.

Kenyamanan di sini berhubungan juga dengan elemen pendukung lain di dalam ruang. Guna aksesori berharmonisasi dengan elemen pendukung lain di dalam rumah. Maka sesuaikan bentuk dan warnanya dengan konsep utama ruang. Tidak perlu sama, paling tidak gradasinya masih ada. Supaya masih berkesan satu kesatuan.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah pencahayaan. Sebagai mana biasanya, cahaya mampu menciptakan efek yang berbeda di setiap elemen rumah. Tak ayal, jenis spot light kerap digunakan untuk memperkuat karakter sebuah benda atau untuk menonjolkan area tertentu.

Caranya, ungkap Nunung, pilih spot-spot tertentu supaya keberadaan aksesori bisa didukung dengan pencahayaannya, misalnya kristal. Elemen ini terbilang memiliki warna-warna unik yang bila disorot dengan lampu pada posisi yang tepat.

Maka itu, guna memaksimalkan keindahan dari kristal tersebut sebaiknya pilih cahaya lampu yang berwarna kuning. Karena bias dari kristal bisa menimbulkan warna-warna seperti pelangi.

Meski demikian, bukan berarti bentuk pencahayaan lain tidak cocok untuk membuat elemen-elemen ruang menjadi tidak bagus.

Salah satu bentuk pencahayaan lain seperti Window lighting, terkadang juga bisa memberi kesan dramatis pada sebuah aksesori, misalnya yang terbuat dari logam. Hanya window lighting karena sumber cahayanya berasal dari matahari, maka waktu cahayanya pun terbatas.

(okezone.com)

Sabtu, 06 November 2010

Tidur Larut Ganggu Mental Anak

TIDUR larut malam karena asyik bermain video games atau menelepon teman terbukti tidak hanya mengganggu fisik anak, tetapi juga mental. Anak akan bermasalah dalam pelajaran sekolah, kecemasan meningkat, bahkan bisa berujung pada depresi.
Bermain video games, surfing di internet, dan mengirim SMS hingga larut malam terbukti dapat berakibat buruk pada anak-anak dan remaja. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, kebiasaan tersebut dapat mengganggu masalah belajar, berubah-ubahnya mood, meningkatnya kecemasan, serta berkembangnya depresi pada mereka.

Penelitian yang dilakukan di Sleep Disorders Center di JFK Medical Center di Edison, NJ, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu bersama ponsel, komputer, dan perangkat elektronik lainnya pada jam-jam tidur memiliki kesempatan lebih besar mengalami gangguan tidur dan kesulitan lainnya.

”Ini bukan termasuk kegiatan yang mengundang tidur, seperti membaca novel atau mendengarkan musik. Kalau kegiatan tersebut malah merangsang otak dan menekan siklus tidur yang normal,” kata peneliti Dr Peter G Polos seperti dikutip healthday.com.

Tim Polos dijadwalkan mempresentasikan temuan ini pada Senin (8/10) di acara pertemuan tahunan American College of Chest Physicians di Vancouver, Kanada.
Penelitian ini didasarkan pada survei terhadap 40 anak laki-laki dan perempuan dengan usia ratarata 14 tahun.

Para peneliti fokus pada kegiatan mereka setelah pergi ke kamar untuk tidur malam, yang seharusnya langsung tidur. Partisipan dilaporkan rata-rata mengirim 34 SMS per malam sebelum tidur dan rata-rata 3.400 SMS per bulan.

SMS ini dikirim mulai dari 10 menit sampai empat jam setelah mereka pergi ke tempat tidur. Para peserta rata-rata satu kali terbangun gara-gara membaca SMS. Anak perempuan biasanya cenderung mengirim ”SMS kebahagiaan”, sementara anak laki-laki lebih banyak tetap terjaga bermain video games.

”Semua peserta telah mendatangi klinik untuk mengobati masalah gangguan tidur mereka,” kata Polos, seorang dokter di rumah sakit dan seorang instruktur klinis di Sleep Disorders Center tersebut. Penelitian ini menemukan korelasi antara penggunaan media elektronik pada larut malam dan gangguan masalah perhatian/hiperaktivitas, mood, kecemasan, depresi, dan penurunan fungsi kognitif (keterampilan berpikir) di siang hari.

Kata Polos, sekitar setengah dari orang tua partisipan tidak tahu apa yang anak-anak mereka lakukan. Yang lain tahu, tetapi memiliki sikap fatalistik. ”Mereka (para orangtua) berpikir, ‘Ini adalah dunia tempat kita hidup, apa yang bisa Anda lakukan?’,” tandasnya. Namun, orangtua perlu memantau penggunaan media elektronik oleh anak karena, menurut dia, pada waktu malam orang tua tetap saja orangtua, dan anak-anak tetap menjadi anak-anak.

Polos menuturkan, para dokter harus mulai bertanya kepada anak-anak dan remaja secara rutin tentang penggunaan media pada waktu malam dan berbicara dengan mereka –tentu bersama dengan orangtuanya– tentang dampak negatif dari tidur yang buruk. Menyebut Amerika sebagai peningkatan ”budaya kurang tidur”, Polos mencatat sedikit remaja saat ini yang cukup tidur dengan banyaknya kegiatan olahraga, pekerjaan rumah, dan bangun pagi untuk sekolah.

”Penggunaan media di tengah malam sama sekali tidak membantu,” katanya. Pakar anak Richard Gallagher mengatakan, alasan lain agar orangtua perlu memonitor penggunaan media oleh anakanak adalah untuk mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan anak-anak mereka.

”Orangtua harus melihat perspektif hidup mereka sendiri saat masa pertumbuhan,” kata Gallagher, direktur Parenting Institute, Child Study Center, NYU Langone Medical Center di New York City, Amerika Serikat.

Dia menyebutkan, orangtua harus menaruh kecurigaan saat anak-anak mereka berbicara di telepon atau bergaul dengan temannya karena semua itu lazim terjadi di dunia nyata. Hal itu biasa dilakukan ketika keluarga biasanya hanya memiliki telepon satu atau dua buah. ”Orangtua waspada saat seseorang datang ke rumah dan mencari putra atau putrinya,” kata Gallagher, seorang profesor psikiatri remaja di New York University.

Dia menambahkan, anak-anak memang memiliki privasi, tetapi orangtua juga perlu membuat batasan lebih tegas saat mereka tumbuh dewasa. Orangtua perlu menetapkan aturan, seperti tidak ada computer di kamar tidur anak, tidak ada panggilan telepon selama waktu makan, dan menetapkan jam malam menggunakan telepon.

”Kemudian mintalah anak mematikan ponsel saat tidur,” tandas Gallagher.
Gallagher juga mencatat bahwa pengaruh media bisa baik bagi beberapa anak yang memiliki ”lebih banyak kontak dengan orang lain daripada biasanya anakanak”. ”Tetapi orangtua juga perlu menyadari bahwa semua pesan SMS yang dikirim atau diterima tidak selalu baik atau tentang halhal yang mereka ingin anak-anak mereka untuk dipikirkan terus-menerus,” katanya.

Karena anak-anak banyak menerima dan mengirim pesan singkat di ponsel sepanjang hari, menurut Gallagher, tidak ada istirahat bagi anak dari segala rutinitas atau masalah terkait anak-anak yang mungkin alami. Namun, kedua ahli sepakat bahwa efek jangka panjang dari penggunaan rutin alat elektronik pada anak sampai saat ini belum diketahui dan perlu penelitian lebih lanjut.

Selain itu, mereka berdua menekankan perlunya orangtua untuk berbicara dengan anak-anak mereka sejak dini. Mengutip contoh dari orangtua yang terpaksa mematikan router di malam hari, Polos mengatakan, penting bagi orang tua untuk segera bertindak sebelum itu menjadi masalah besar. ”Sebelum terlambat, seperti kuda yang sudah keluar dari kandang,” kata Polos jika orang tua menunda diri untuk terlibat.


(okezone.com)

Perhatian, Jangan Mengemil di Saat Masak!

JIKA Anda sering atau selalu memasak bagi seluruh anggota rumah. Mungkin Anda telah memperhatikan bagaimana mudahnya Anda mengemil sambil memasak.

Mengemil bisa merusak rencana pengelolaan berat badan. Karena ini adalah situasi di mana Anda makan tanpa sadar. Apalagi Anda sedang melakukan sesuatu yang lain, yaitu memasak. Anda tidak memperhatikan kenyataan bahwa Anda memasukkan makanan ke dalam mulut. Inilah resep yang pasti ampuh menuju makan secara berlebihan.

“Jika Anda ingin berhenti mengemil, mungkin akan terbantu jika Anda mengunyah permen karet sebelum bekerja di dapur. Jika kebiasaan ini tidak menarik bagi Anda, mungkin Anda bisa mencoba menyikat gigi sebelum mulai memasak. Banyak orang menemukan bahwa perasaan segara di dalam mulut membuat mereka kurang berminat untuk makan. Selain itu, tindakan ini juga bisa menjadi tanda bagi tubuh untuk berhenti makan,” saran Richard Carlson lewat ‘Don’t Sweat Guide to Weight Loss’.

Richard juga menyarankan, agar Anda menyiapkan segelas air atau secangkir teh. Pasalnya, ketika muncul dorongan untuk meletakkan sesuatu di dalam mulut. Anda bisa meraih gelas atau cangkir, dan bukan makanan. Minuman juga membantu Anda merasa kenyang.

Sebagai pilihan lain, masih diungkapkan Richard, Anda bisa menyiapkan camilan yang sudah direncanakan. Terpisah dari makanan yang sedang Anda masak. Makanan yang perlu dikunyah misalnya potongan sayuran, bisa memuaskan kebutuhan mengunyah Anda sekaligus menjaga asupan kalori.

Camilan yang sudah direncanakan memberikan jumlah yang terukur. Anda tahu bahwa Anda telah selesai, ketika piring camilan Anda telah kosong. Jika Anda masih merasa ingin mengunyah. Ambilah minum.

“Tujuan semua ini adalah mengetahui apa yang Anda makan dan membuatnya menjadi bagian yang menyenangkan pada program pencapaian berat badan ideal. Anda tidak harus kehilangan kenikmatan menyiapkan makanan yang enak hanya karena Anda pernah mengalami masalah mengemil. Ciptakan masa kini dan masa depan yang baru,” tutupnya.

(okezone.com)

Minggu, 31 Oktober 2010

Kisah alien dari planet Ummo

Apakah Para Alien sudah ada di tengah kita? Pada tahun 1960an, disebutkan kalau mereka benar-benar ada di tengah kita dan bahkan melakukan kontak dengan sekelompok orang terpilih. Para alien ini disebut berasal dari sebuah planet yang bernama Ummo.


Walaupun kisah mengenai ummo secara umum dianggap sebagai sebuah hoax, namun tidak ada salahnya kita sedikit mereview peristiwa unik ini.

Bagaimana semuanya bermula
Kisah ini berawal pada tanggal 6 Februari 1966 di Madrid. Pada hari itu, Mr.Jordan Pena melaporkan kalau ia telah melihat sebuah objek terbang tak dikenal. Objek itu berbentuk bulat dan memiliki tiga kaki. Yang cukup aneh dari objek itu adalah adanya sebuah simbol aneh di permukaannya berupa tiga garis vertikal yang dihubungkan dengan sebuah garis horizontal.

Simbol aneh tersebut mengingatkannya dengan simbol planet Uranus yang ada pada alchemy.


Laporan Mr.Pena menimbulkan sejumlah kehebohan. Namun peristiwa ini ternyata hanya sebuah permulaan dari peristiwa misterius lainnya.

Dokumen-dokumen ummo yang misterius
Tidak lama setelah laporan Mr.Pena muncul ke permukaan, seorang penulis buku mengenai UFO dari Madrid menerima beberapa foto UFOyang deskripsinya persis seperti UFO yang dilihat oleh Mr.Pena.

Tidak sampai disitu, beberapa minggu kemudian, seorang peneliti UFO dari Spanyol lainnya, Fernando Sesma, juga menerima sejumlah dokumen yang disebut berasal dari sebuah ras luar angkasa yang berasal dari planet ummo.

Dalam tempo satu tahun, sejumlah orang berbeda yang kebanyakan berdomisili di Madrid menerima sekitar 150 dokumen lain yang terdiri dari 1.000 halaman yang juga disebut berasal dari kaum ummo.

Setiap dokumen itu memiliki lambang tiga garis vertikal yang terhubung.

Dokumen-dokumen dari kaum ummo ini masih muncul di tahun-tahun berikutnya dan diterima oleh beragam pihak. Beberapa orang bahkan menerima surat, seperti yang diterima ilmuwan Perancis, Jean Pierre Petit.

Dalam surat kepada Petit, kaum ummo menceritakan kalau mereka sebenarnya telah mendarat di bumi pada Maret 1950 di wilayah Digne Les Bains di Perancis selatan. Selain itu, mereka juga menceritakan bagaimana cara mereka menemukan planet bumi, bagaimana mereka mendarat dan jenis bahasa yang mereka gunakan.


Tidak sampai hanya di surat, kaum Ummo juga mengadakan kontak lewat telepon.

Seorang insinyur bernama Enrique Villagrassa Novoa pernah menerima telepon pada tanggal 28 November 1966 dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai seorang ekstra terestrial.

Mereka berbicara selama dua jam mengenai topik-topik yang berhubungan dengan dunia teknik dan sepertinya sang penelepon memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai topik itu.

Kemudian, pada tahun 1967, sepertinya kaum ummo mencoba untuk tampil ke publik.

Pendaratan pesawat induk ummo
Pada musim semi tahun 1967, kaum ummo mengumumkan kalau mereka mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi bumi. Lalu mereka memberitahukan kalau pesawat induk mereka akan mendarat pada tanggal 1 Juni di pinggiran kota Madrid untuk menjemput kaum ummo yang ada di bumi sambil membawa beberapa manusia bumi terpilih ke planet mereka.

Sejumlah orang yang tinggal di Madrid dihubungi oleh kaum ummo lewat surat atau telepon supaya turut menyaksikan peristiwa itu.

Pada tanggal 1 Juni tahun 1967, pesawat itu disebut benar-benar mendarat dan disaksikan oleh sejumlah orang. Maka muncullah foto yang disebut sebagai foto pesawat induk dari kaum Ummo.


Foto ini dipercaya sebagian besar peneliti UFO sebagai hoax (termasuk saya). Tetapi, dokumen-dokumen lainnya yang disebut berasal dari Ummo masih menjadi subjek penelitian beberapa pihak.

Isi dokumen-dokumen Ummo
Pada masa kini, mungkin hanya sedikit ufolog yang benar-benar menganggap serius dokumen-dokumen ummo. Foto-foto yang menyertainya juga sangat mencurigakan. Namun, beberapa peneliti mengakui kalau dokumen atau surat-surat ummo cenderung lebih rumit dibanding sebuah hoax biasa.

Jika memang dokumen-dokumen itu benar-benar sebuah lelucon, maka keberadaan ribuan dokumen dengan isinya yang cukup rumit menunjukkan adanya sebuah usaha yang benar-benar hebat untuk menciptakan rekayasa tersebut.

Mungkin menarik untuk mengetahui apa yang diceritakan oleh kaum ummo di dalam surat-suratnya.

Dalam dokumen-dokumen yang tersebar di berbagai pihak, diceritakan kalau mereka mendarat di bumi tahun pada 1950 untuk meneliti kondisi bumi. Tujuan mereka adalah untuk mempelajari biosfer, atmosfer dan kebudayaan bumi. Ada 4 pria dan 2 wanita yang kemudian ditinggal di planet bumi untuk melakukan penelitian ini. Mereka menyewa rumah di dekat situ dan segera membuat ruang bawah tanah untuk dijadikan markas.

Mereka juga menjelaskan kalau mereka menemukan planet bumi secara kebetulan karena pesan radio dalam bentuk Morse (beberapa sumber menyebutnya bukan morse, melainkan sinyal radio saja) yang dikirim oleh sebuah kapal Norwegia pada 5 Februari 1934. Baru pada tahun 1948 mereka menangkap sinyal tersebut di frekuensi 413,44 megacycles yang kemudian menuntun mereka ke sebuah planet yang dikenal mereka dengan sebutan Ooyagaa (bumi).

Sinyal Morse itu ternyata membutuhkan waktu sekitar 14 tahun untuk sampai ke planet ummo.

Para peneliti menemukan kalau keberadaan kapal Norwegia dan sinyal morse yang dikirim ternyata memang ada dan benar.

Setelah mereka menemukan planet bumi, kaum ummo mengaku kaget dengan adanya kehidupan yang memiliki kecerdasan tinggi di bumi dan memutuskan untuk menyelidikinya. Jadi mereka mengirim sebuah tim kecil untuk mulai mempelajari kondisi bumi lebih mendalam.

Selain itu, mereka juga menjelaskan mengenai sistem planet yang mereka huni, termasuk gravitasi, orbit, jumlah perputaran dan ukurannya. Menurut mereka, planet ummo berjarak 14 tahun cahaya dari planet bumi dan mengorbit bintang yang disebut wolf 424 serta memiliki kebudayaan yang lebih tua dibanding bumi dengan teknologi yang juga lebih canggih.

Walaupun tertarik dengan kehidupan di planet bumi, kaum ummo berjanji tidak akan mengganggu evolusi sosial yang sedang berproses di bumi.

Dalam 15 surat, mereka menjelaskan begitu detail mengenai kondisi planet mereka dengan banyak gambar. Bahkan mereka menceritakan hingga kehidupan sehari-hari seperti perumahan mereka, persediaan makanan, pendidikan, psikologi, perkawinan, pemerintahan hingga konsep mereka mengenai Tuhan.

Bukan itu saja, ada beberapa subjek ilmu pengetahuan yang juga dibahas di dalamnya, seperti astrofisika, kosmologi, network theory, unified field theory, biologi hingga evolusi.


Beberapa informasi sains di dalamnya dianggap para ilmuwan sebagai pseudosains, sedangkan sebagian lagi dianggap sebagai informasi yang akurat.

Siapa yang membuat dokumen ummo?
Benarkah alien telah membuat dan mengirim dokumen-dokumen ini? Saat ini ada sekitar 1.300 halaman dokumen ummo yang diketahui. Namun diperkirakan masih banyak lagi dokumen yang tersebar di berbagai individu di dunia hingga diperkirakan ada total 160.000 halaman dokumen ummo secara keseluruhan.

Kesulitan utama dalam meneliti dokumen ini adalah para penerimanya yang sering tidak membagikan informasi yang mereka dapatkan. Bahkan ada penerima dokumen ummo yang enggan mengumumkannya ke publik, mungkin karena takut ditertawakan.

Pada Juni 2003, sebuah buku mengenai ummo terbit. Namun, sekali lagi, semuanya pun masih serba misterius. Soalnya buku itu ditulis oleh seseorang yang menggunakan nama alias (pseudonim) Jean Pollion. Buku itu berjudul "Ummo, real extraterestrials" dan di dalamnya ia membuat analisis atas pemikiran-pemikiran dan bahasa kaum ummo.

Hingga sekarang, identitas sebenarnya dari Jean Pollion masih belum diketahui.

Siapakah yang membuat dokumen-dokumen ini?

Beberapa orang percaya kalau dokumen ummo adalah bagian dari teori konspirasi yang dibuat oleh badan rahasia seperti CIA atau KGB, walaupun motivasinya tidak bisa dipastikan.

Lain lagi teori seorang penulis bernama Mike Dash. Menurutnya, dokumen-dokumen ummo mungkin telah dibuat oleh sebuah kelompok sosialis untuk menerbitkan pandangan-pandangan radikal mereka yang tidak mungkin bisa dipublikasikan secara legal saat itu karena Spanyol sedang berada di bawah kekuasaan Jenderal Franco yang diktator.

Lalu, ada yang menduga kalau dokumen-dokumen ini dibuat oleh kelompok-kelompok sekte keagamaan. Namun masalahnya, di dalam dokumen tersebut tidak ditemukan adanya doktrin dari kelompok kegamaan manapun.

Karena tidak ada bukti yang konklusif mengenai asal-usul dokumen itu, banyak orang percaya kalau dokumen-dokumen ini adalah sebuah hoax yang mungkin dibuat oleh sekelompok mahasiswa atau ilmuwan dan filsuf, walaupun para penganut teori ini tidak bisa menyebut nama kelompok mahasiswa atau filsuf yang terlibat.

Sebagian penganut teori hoax lainnya percaya kalau dokumen-dokumen ini dibuat oleh Mr.Jordan Pena sendiri. Teori ini dikuatkan oleh klaim Mr.Pena bahwa dialah yang telah menciptakan kehebohan mengenai ummo dengan memberikan laporan penampakan UFO yang palsu. Namun, beberapa orang yang mengenalnya secara pribadi mengakui kalau Mr.Pena tidak memiliki background dan kapasitas intelektual untuk membuat dokumen ummo yang sedemikian rumit.

Jadi siapa yang membuatnya?

Apakah pengirim dokumen-dokumen itu para alien dari planet Ummo?

Dalam salah satu korespondensi dengan penerima dokumen, kaum Ummo menulis:

"Beberapa dari kalian terus mengatakan kalau kami harus memberikan bukti. Berulang kali pula kami mengatakannya kembali, hingga kalian bosan mendengarnya, bahwa kami tidak peduli apakah kalian mempercayai kami atau tidak. Kami bisa beroperasi dengan lebih efektif dalam kondisi tidak dikenal, dan kami tidak akan menjadi naif dengan memperkenalkan diri kami secara terbuka kepada kalian hanya untuk memuaskan keinginan kalian akan sebuah bukti."

Hmm, jika pengirim dokumen itu benar-benar alien dari planet Ummo dan semua alien memiliki pemikiran yang sama seperti mereka, kapankah umat manusia bisa mendapatkan bukti mengenai keberadaan mereka?..
 
 
(lexystar.blogspot.com)

Jumat, 29 Oktober 2010

Misteri Chase Vault - peti mati berpindah Barbados

Di Barbados, ada sebuah makam yang bernama Chase Vault. Makam ini tidak seperti makam biasa yang kita kenal. Bangunannya besar dan bisa memuat banyak peti mati di dalamnya. Namun, misterinya bukan disitu. Ada peristiwa aneh yang terjadi pada makam ini. Sepertinya, peti-peti mati yang ditaruh di dalamnya bisa berpindah dengan sendirinya.


Misteri ini dikenal dengan nama peti mati berpindah Barbados dan sudah menjadi subyek tulisan beberapa peneliti.

Kisahnya dimulai pada tahun 1724.

Pada tahun itu, seorang pria bernama James Elliot membangun sebuah makam bawah tanah yang besar. Pintu makam itu terbuat dari sebuah marmer besar yang berat dan dirancang dengan cara yang khusus. Saking beratnya batu itu, dibutuhkan sekitar 6-7 orang untuk menggesernya.

Chase Vault

Ketika makam itu ditutup, celah pada marmer besar itu akan disemen sehingga tidak gampang untuk dibuka. Jika suatu hari pintu makam itu hendak dibuka kembali untuk menguburkan seseorang, maka semen tersebut harus dikikis kembali. Setelah proses pemakaman selesai, marmer itu digeser dan harus disemen kembali.

Demikianlah makam itu dirancang sedemikian rupa.
Bagian Dalam Chase Vault

Walaupun telah bersusah payah membangunnya, Elliot tidak pernah dimakamkan di tempat itu. Tempat itu dibiarkan kosong hingga tanggal 31 Juli 1807 ketika Mrs.Thomasina Goddard dimakamkan di tempat itu. Jenazah Mrs.Goddard diletakkan di dalam sebuah peti mati kayu.

Pada tahun 1808, makam itu dibeli oleh keluarga Chase, salah satu keluarga yang kaya raya dan disegani di Barbados. Karena perubahan kepemilikan itu, makam itu itu kemudian diberi nama Chase Vault yang artinya Makam keluarga Chase.

Thomas Chase, pemimpin keluarga Chase, adalah salah seorang yang paling dibenci di Barbados. Menurut salah satu catatan di people's almanac:

"Kepala keluarga itu adalah seseorang yang memiliki tabiat yang jahat, ia begitu kejam terhadap budak-budaknya sehingga mereka sering mengancam akan membunuhnya."

Pada tanggal 22 Februari 1808, anak bungsu Thomas yang bernama Mary Ann Chase yang baru berusia 2 tahun meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Chase Vault untuk dimakamkan.

Pintu makam itu dibuka, Peti mati Mary Ann yang terbuat dari timah yang berat kemudian dibawa masuk ke dalamnya dan ditaruh disamping peti mati Mrs.Goddard.

Pintu Chase Vault pun ditutup kembali dengan marmer besar itu dan disemen.

Setelah kematian Mary Ann, perlahan-lahan, Chase Vault mulai diisi oleh jenazah anggota keluarga Chase lainnya.

Pada tanggal 6 Juli 1812, hanya 5 tahun setelah kematian Mary Ann, Anak Thomas lainnya yang bernama Dorcas Chase, juga meninggal. Beberapa orang mengatakan kalau Dorcas telah bunuh diri dengan cara mogok makan karena depresi dengan ayahnya.

Mayat Dorcas dibawa ke Chase Vault dan peti matinya yang juga terbuat dari timah yang berat diletakkan di tempat itu bersama peti mati Mrs.Goddard dan Mary Ann.

Hanya beberapa minggu setelah penguburan Dorcas, Mr.Thomas Chase, sang kepala keluarga, meninggal dunia karena bunuh diri. Mayatnya ditaruh ke dalam peti timah seberat 108 kilogram dan dibawa ke Chase Vault.

Inilah awal dari misteri yang membingungkan.

Ketika pintu makam itu dibuka, para pengurus pemakaman kaget karena menemukan peti-peti mati yang sudah ada di dalamnya berada pada posisi yang tidak semestinya. Peti mati Mary Ann Chase telah bergeser ke sudut lainnya.

Anggota keluarga Chase yang melihat itu menjadi sangat marah dan mengira ada penjarah makam yang telah mengacaukan peti-peti mati itu. Namun, mereka tidak menemukan benda apapun yang hilang dari makam itu.

Peti mati Mary Ann kemudian dikembalikan ke posisi semula dan pintu Chase Vault kembali ditutup.

Tetapi, misteri itu tidak berakhir disini.

Pada tanggal 25 September 1816, empat tahun setelah pemakaman Thomas Chase, makam itu kembali dibuka. Kali ini untuk menampung jenazah Charles Brewster Ames yang berusia 11 tahun.

Sekali lagi, mereka menemukan semua peti mati telah berpindah tempat, termasuk peti mati Thomas Chase yang sangat berat. Satu-satunya peti mati yang tidak berubah posisi hanyalah peti mati kayu milik Mrs.Goddard.

Petugas pemakaman kemudian memerintahkan agar peti-peti mati itu dikembalikan ke posisinya yang semula. Saking beratnya peti mati Thomas Chase, dibutuhkan delapan pria untuk memperbaiki posisinya.

Pintu masuk Chase Vault kembali ditutup rapat.

52 hari kemudian, tepatnya tanggal 17 November 1816, pintu Chase Vault kembali dibuka. Kali ini untuk menerima jenazah Samuel Brewster Ames.

Sekali lagi, para pengurus pemakaman menemukan peti-peti mati di dalamnya telah berubah posisi. Dan sama seperti sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya peti mati yang tidak berpindah tempat.

Jadi, untuk ketiga kalinya mereka mengembalikan semua peti mati itu kembali ke posisinya yang semula.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1819, makam itu kembali dibuka untuk menerima jenazah Thomasina Clark. Berbeda dengan peti mati sebelumnya, jenazah Clark ditaruh di dalam peti mati kayu.

Ketika pintu makam dibuka, mereka kembali menemukan peti-peti mati di dalamnya berada dalam posisi yang berantakan.

Empat kejadian misterius ini kemudian menarik perhatian gubernur Barbados, Lord Combermere, yang disebut-sebut turut menghadiri pemakaman Clark.

Sang Gubernur kemudian memerintahkan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap makam itu. Namun tidak ditemukan satupun tanda-tanda perusakan ataupun jalan rahasia menuju makam itu.

Jadi, peti-peti mati itu kembali disusun seperti semula.

Peti mati Mr.Goddard yang terbuat dari kayu telah mengalami lapuk yang luar biasa sehingga orang-orang mengikat peti itu dengan tali untuk mencegahnya lepas berantakan dan kemudian menaruhnya di sudut bersentuhan dengan dinding.

Setelah itu, pasir ditaburi ke lantai makam untuk mendeteksi adanya jejak kaki.

Lalu, pintu Chase Vault kembali ditutup. kali ini bukan hanya ditutup, Lord Combermere bahkan menyegel pintu makam itu dengan segel gubernur.

Tanggal 18 April 1820, delapan bulan setelah penguburan Thomasina Clark, Chase Vault kembali dibuka, bukan untuk menerima jenazah baru, melainkan untuk memenuhi permintaan Lord Combermere yang ingin tahu kondisi di dalam makam.

Ketika pintu makam dibuka, Sekali lagi, semua peti mati di dalamnya telah berpindah posisi. Dan sama seperti sebelum-sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya yang tidak berpindah.
Posisi sebelum

Posisi setelah diperiksa

Tidak terlihat adanya jejak kaki di pasir di lantai makam.

Bagaimana peti-peti mati itu bisa berpindah?

Mereka yang memeriksanya tidak menemukan tanda-tanda kalau ini adalah ulah tangan manusia. mereka juga tidak menemukan adanya sisa-sisa genangan air atau banjir yang mungkin bisa menggeser peti-peti mati itu. Beberapa orang mengajukan kemungkinan gempa bumi, tetapi dalam rentang waktu itu, tidak terjadi gempa bumi di Barbados.

Karena penyelidikan yang dilakukan tidak membawa hasil apapun, keluarga Chase memutuskan untuk tidak menggunakan makam itu lagi. Chase Vault kemudian diabaikan begitu saja dan peti-peti mati yang ada di dalamnya dipindahkan dan dikuburkan di tempat lain.

Makam itu masih ada hingga sekarang dan dibiarkan kosong.

Kisah mengenai peti mati berpindah Barbados ini pertama kali dipublikasikan oleh Sir JE Alexander dalam bukunya yang berjudul "Transatlantic Sketches" yang terbit tahun 1833. Setelah itu, masih ada beberapa tulisan lagi yang menceritakan kisah mengenai misteri ini.

Pada Desember 1907, Andrew Lang, seorang peneliti kisah-kisah rakyat dari Inggris mencoba untuk meneliti kebenaran kisah ini. Ia menyusuri sejumlah dokumen yang berasal dari Barbados, termasuk catatan pemakaman dan surat kabar setempat.

Lang tidak bisa menemukan adanya berita mengenai fenomena ini di surat kabar ataupun catatan pemakaman pada waktu peristiwa ini disebut terjadi. Namun, ia menemukan ada satu catatan yang tidak dipublikasikan yang berasal dari Nathan Lucas yang mengaku menjadi saksi saat Chase Vault dibuka untuk terakhir kalinya pada tahun 1820.

Lang, tidak bisa memberikan kesimpulan pasti.

Usaha penelitian yang berikutnya datang dari penulis modern bernama Joe Nickell lewat bukunya "Barbados restless coffins laid to rest" yang terbit tahun 1982.

Nickell percaya kalau peristiwa peti mati berpindah itu sama sekali tidak pernah terjadi. Menurutnya, kisah ini hanyalah sebuah Masonic Hoax.

Maksudnya adalah, kisah ini hanya sebuah alegori yang berisi kisah mengenai ruang rahasia yang menurut teks Masonic merupakan misteri purba, simbol kematian dimana kebenaran Ilahi bisa ditemukan.

Nickell menghubungkan kisah peti mati berpindah dengan misteri harta karun pulau Oak yang juga dipercaya sebagai Masonic Hoax lainnya.

Sama seperti Alegori Masonic lainnya, kisah ini dipercaya hanya dibuat oleh para Mason sebagai sebuah kisah simbolis yang tidak pernah terjadi di dunia nyata dan hanya ditujukan sebagai pengajaran bagi para anggota Freemason lainnya.

Nickell juga mengutip bukti yang berasal dari perkataan Lucas:

"Aku sudah memeriksa seluruh dindingnya, lengkungannya dan setiap bagian dari Chase Vault dan menemukan kalau setiap bagian telah berusia tua dan mirip; dan seorang Tukang batu (Mason) di dekatku memukul setiap bagian bawah makam itu dengan palunya, dan ternyata semuanya padat."

Salah satu kutipan mengenai suara palu ini bisa ditemukan di Macoy's Illustrated History and Encyclopedia of Freemasonry dimana dikatakan kalau para Mason menghormati dentuman suara palu sang Master yang melambangkan otoritas.

Masih menurut Nickell, Penggunaan kata "Mason" untuk menyebut tukang batu oleh Lucas cukup menarik. Nickell menduga kalau Lucas sendiri adalah seorang Mason yang berpartisipasi dalam pembuatan alegori itu.

Nickell juga percaya kalau para Mason ternama lainnya ikut berpartisipasi dalam kisah alegori ini dan membantu menutup-nutupinya, seperti Sir Arthur Conan Doyle yang pernah membahas soal Chase Vault pada artikel tahun 1919 di surat kabar "The Strand". Dalam artikel itu, Doyle menggunakan kata "Effluvia" yang berarti kuburan.

Kata itu, umumnya hanya dimengerti oleh para Mason.

Teori Nickell dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai misteri ini.

Namun, luar biasanya, walaupun kisah ini dianggap sebagai hoax, misteri serupa disebut pernah terjadi di makam di Stanton, Suffolk, dan di pemakaman Lutherian di pulau kecil Oesel di laut Baltik. Kedua misteri tersebut sama-sama terjadi pada abad ke-19 dan sama-sama belum terpecahkan.

Kinahrejo Seperti Kampung Hantu





VIVAnews -- Tiga hari pasca letusan, kondisi lereng Merapi belum pulih. Lava masih terus berguguran sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari.

Sementara, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan -- tempat tinggal Mbah Maridjan yang luluh lantak, masih tertutup debu.

"Kampung Mbah Maridjan radius 1 kilometer habis. Kalau dalam film horor, seperti kampung hantu," kata Iman Surahman, aktivis Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, saat dihubungi VIVAnews, Jumat 29 Oktober 2010.

Iman menggambarkan, kampung porak-poranda, pohon-pohon bertumbanggan, meranggas, tanpa daun, tanpa bentuk.

Semua rumah rusak. "Hanya bangunan masjid yang masih kelihatan bentuknya, hanya dipenuhi debu. Bangunan lain miring, doyong, bahkan hancur," tambah dia.

Saat ini Kinahrejo dan sekitarnya ditutup untuk umum. Hanya tim tertentu, seperti tim evakuasi, yang boleh masuk.

Proses evakuasi korban manusia sudah selesai dilakukan. "Namun, karena masih masa tanggap darurat sweeping masih dilakukan. Kami khawatir ada orang tidak dikenal, bukan warga, yang saat kejadian masuk ke lokasi rawan," tambah dia.

Tak hanya manusia yang jadi korban saat itu. Juga hewan ternak, harta berharga bagi warga.

Menurut Iman, pasca awan panas 'wedhus gembel' menerjang Kinahrejo, ditemukan 120 hewan ternak yang mati, terutama sapi.
"Kami usahakan ada penguburan hewan-hewan itu, agar aman, tidak membahayakan kesehatan manusia," tambah dia.

Tim relawan, tambah dia, saat ini sedang mencoba membuat penampungan hewan ternak di daerah Srumbun, Magelang.

Saat ini, jelas Iman, hujan abu tidak lagi mengarah ke Selatan, namun ke Barat, sampai Ciamis dan Cilacap.

Sebagai relawan, Iman melihat kondisi Merapi saat ini sebagai kejadian alam yang luar biasa.
• VIVAnews

Pengungsi Merapi Jual Murah Sapinya yang Terkena Wedhus Gembel


Sleman - Berbagai cara dilakukan para pengungsi Gunung Merapi untuk memulihkan kehidupannya. Wakina, misalnya, terpaksa menjual dua sapinya kepada pedagang daging dari Boyolali seharga Rp 7,5 juta.

"Saya jual dua-duanya Rp 7,5 juta. Padahal kalo normalnya satu sapi itu Rp 10 juta," kata ibu rumah tangga itu di lokasi pengungsian, Posko Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/10/2010).

Dua sapi miliki perempuan 50 tahun itu dikumpulkan bersama sapi milik para pengungsi lain di sebuah kandang, dekat lokasi pengungsian. Dua sapi jenis Powang itu mengalami sejumlah luka bakar, terutama di bagian wajah.

Wakina menuturkan, uang dari hasil penjualan sapinya itu akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sesudah mengungsi.

"Saya ikhlas, pasrah. Daripada sapinya nanti kelaparan," kata Wakina yang belum sempat menengok kondisi rumahnya di Desa Ngrangkah, Sleman.

Ditanya mengapa ia tidak menjual sapinya ke Yogyakarta, Wakina mengatakan pedagang Boyolali menawarkan harga yang lebih tinggi.

"Kalau dari Boyolali, nawarnya lebih tinggi dari pada yang di sini (Yogyakarta)," ujar Wakina yang mengenakan jilbab merah ini.

Di Posko Umbulharjo, Wakina mengungsi bersama suami dan 3 anaknya. Kebutuhan makanan untuk para pengungsi di posko sudah tercukupi.

(detiknews.com)
Powered By Blogger